Etalase biru membuka tabir
Membelah cakrawala kehidupan,menyusutkan diriku
Dalam etalase biru,ku menangis..menyendiri dalam kelam
Artefak-artefak etalase ku pandang,
Menerawang sejarah yg sudah raib di makan waktu
Bukan untuk mengembalikan,namun memperbaiki
Ku di depan etalase hijau
Mencerca diri ini sejadi-jadinya
aku malu untuk kesekian kali
aku malu dengan Pemilik Etalase Hijau
aku malu di saat berhadapan dengan Maha Agung
Etalase biru,genting ku dalam duka
menyibak semua prasangka
haru biru,
langit biru
tak mempesona bagi Etalase biru
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar